h1

Pintu-Pintu Surga

Januari 4, 2009

Di dalam surga juga ada pintu-pintu sebagaimana disebutkan di dalam Al-Quran Al-Kariem.Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan, sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, “Kesejahteraan atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.”(QS. Az-zumar: 73)

Sedangkan di dalam hadits shahih Bukhari disebutkan bahwa jumlah pintunya ada 8 buah.

Dari Sahal bin Saad ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Di surga ada 8 pintu. salah satunya pintu yang disebut Ar-Rayyan yang tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang berpuasa” (HR Bukhari)

Masing-masing pintu dikhususkan buat orang-orang yang mengamalkan jenis ketaatan tertentu dengan kualitas yang baik. Tentunya setelah orang itu punya kunci surga dan pahalanya tidak dikurangi dengan banyaknya dosa yang harus ditebusnya.

Oleh para ulama, dikumpulkan keterangan itu dan berhasil disusun daftar nama-nama pintu itu.

  1. Pintu Muhammad SAW atau pintu taubah
  2. Pintu Shalat
  3. Pintu Puasa (Ar-Rayyan)
  4. Pintu Zakat
  5. Pintu Shadaqah
  6. Pintu Haji dan Umrah
  7. Pintu Jihad
  8. Pintu Shilah (silaturrahim)

sumber : http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1175660419

hmm… Akan masuk lewat pintu manakah kita?…

h1

Buat para Adobe Flash Mania….

Desember 26, 2008

Bwt yang seneng pake program animasi/interaktif Adobe Flash tp kurang begitu mengerti seni n blm lancar juga pake scriptnya. Jangan khawatir, soalnya ada situs yang nyediain template plus source scriptnya (.fla) GRATIS !!!. kita bisa ngedit-ngedit mulai dari teksnya ampe animasinya juga. Bisa dicombine juga antara template yang satu ama yang lain bwt yg udh jago pake flashnya. Lumayan daripada bikin  dari 0 (baca: nol, red) mending ngemodif aja. 😀 Template-templatenya juga bagus banget. lumayan bwt inspirasi….

ini salah satu contoh tampilan templatenya… (saya suka dengan template ini)

awalnya kayak gini

p11

trus di klik bagian mahkotanya muncul 3 icon

p2

trus di klik ikon yang paling atas…. muncul menu baru

p3

trus kalo dilanjutin jadi kayak gini… Jreng…jreng…jreng….

p6

hmmm… gmn keren ya?…

kalo mau ngedonlot masuk ke situs ini…

http://www.flashvillage.com/

OK?!… Sip.

h1

Mau Belajar di MIT ???

Desember 24, 2008

hemm…. nyasar ke situs yang bermanfaat nih…

http://watch.mit.edu/

untuk temen2 yang pengen tau apa aja sih yang dipelajari di MIT (Kata org ini kampus hebat).  Situs ini menyediakan beberapa video rekaman studi di kampus ternama itu. sebelumnya saya juga pernah masuk ke situs ini tapi bukan yang situs videonya melainkan situs yang berisi file-file modul kuliahnya (.pdf). lumayan menarik menurut saya meskipun g terlalu ngerti. tapi setidaknya kita bisa benchmarking teknologi yang ada dan dipelajari di sini (Indonesia) sama yang di sana (MIT).

h1

Cerita hari ini (1) Anak Kecil 6 Tahun Memungut Barang Bekas Demi Merawat Papanya Yang Lumpuh

Desember 21, 2008

Repost dari sini…

Dajiyuan, 17 Des) Karena ayahnya lumpuh bertahun-tahun, anak yang baru berumur 6 tahun ini terpaksa memikul tanggung jawab rumah tangga. Selain setiap hari mencuci muka ayahnya, memijat dan memberi makan, dia masih bersama ibunya mengambil botol air mineral bekas sebagai tambahan pendapatan keluarga. Cerita Tse Tse ini banyak menyentuh hati teman di internet, hanya beberapa jam, sudah puluhan ribu orang yang mengkliknya.
Adegan yang mengharukan

Begitu sampai di rumah, Tse Tse langsung sibuk menyiapkan seember air, lantas dengan tangannya yang mungil ia memeras selembar handuk yang besar, karena handuk terlalu besar buat dia, Tse Tse membutuhkan 3 sampai 4 menit baru bisa mengeringkannya, kemudian dengan handuk itu dia menyeka wajah ayahnya dengan lap itu. Dia sangat teliti melapnya, sepertinya khawatir kurang bersih. Setelah selesai, Tse Tse kemudian berjingkat melap punggung ayahnya, di belakang, selesai semua, dengan puas dia tersenyum ke ayahnya.

Tse Tse tahun ini berumur 6 tahun, baru kelas 1 SD, tinggal di jalan Baoan, desa Nantong, papanya Xiong Chun pada 5 tahun lalu tiba-tiba menderita otot menyusut, di bawah leher semua lumpuh, untuk mengobati penyakitnya dia telah menghabiskan semua tabungannya. Sekarang, keluarga yang beranggotakan 3 orang ini hanya mengandalkan ibunya yang bekerja di pabrik, dengan penghasilan kecil itulah mereka bertahan hidup.

Di sekolah Houde, anak yang seumur dengannya dengan ceria bergandeng tangan dengan orang tuanya sambil berjalan, namun Tse Tse malah harus sekuat tenaga mendorong ayahnya pulang. Ketika mau menyeberang jalan, dia akan berhenti sejenak, menoleh kendaraan yang lalu lalang, setelah aman dia baru menyeberang. Setiap ketemu tempat yang tidak rata, Tse Tse harus mengeluarkan tenaga ekstra menaikkan roda depan, menarik kursi roda itu dari belakang, wajahnya yang mungil sampai terlihat kemerahan. Dari sekolah sampai rumah jaraknya sekitar 1.500 meter, harus ditempuh selama 20 menit.
Satu keluarga 3 orang menempati rumah 8 m2

Rumah Tse Tse adalah sebuah rumah dengan kamar kecil seukuran 8m2, hanya besi seng menutupi atap yang menghalangi cahaya masuk ke kamar, di atap tergantung sebuah lampu energi kecil. Dalam rumah penuh debu, yang paling mencolok adalah penghargaan Tse Tse yang tergantung di dinding. Terhadap sekeluarga yang pendapatan bulanannya hanya sekitar 1.000 RMB (Rp. 1,5 juta) bisa dikatakan, sebuah TV 21″ sudah merupakan barang mewah.

Sebuah ranjang atas dan bawah sudah memenuhi seluruh kamar, di atasnya penuh dengan barang pecah belah, hanya tersisa sedikit ruang kecil. Xiong Chun berkata, itu adalah ranjang Tse Tse. Sebuah meja lipat tergantung di dinding, itu adalah meja belajar Tse Tse, juga adalah meja makan keluarga.

Di samping pintu yang luasnya tidak sampai 1 m2, ada “dapur” yang dibuatnya sendiri, di samping kompor masih tersisa sebatang kubis. “Makanan dan minyak di rumah semua diberikan oleh teman mamanya, satu hari tiga kali makan, Cuma makan malam yang agak lumayan, di rumah jarang makan daging, namun setiap minggu mereka akan mengeluarkan sedikit biaya untuk mengubah kehidupan anaknya, namun setiap kali makan, Tse Tse akan membiarkan saya makan dulu, baru dia makan.” Kata Xiong Chun.

Mama Tse Tse bekerja di pabrik, setiap siang hari dia akan menyisakan sedikit waktu pulang ke rumah menanak nasi untuk suaminya, setelah menyuapi dia segera balik ke pabrik bekerja, tanggung jawab merawat suaminya semua di bebankan ke pundak Tse Tse.

Xiong Chun memberitahu wartawan, setiap pagi jam 6.30 begitu jam alarm berbunyi, Tse Tse akan bangun, cuci muka dan sikat gigi, dia juga membantu papanya mencuci muka, selesai itu dia akan memijat tangan dan kaki papanya, kira-kira 10 menit. Pulang sekolah sore, dia akan memijat papanya lagi, malam setelah memandikan papanya, dia akan memijat papanya lagi, baru tidur.

“Agar bisa lebih banyak membantu mamanya, Tse Tse kadang-kadang ikut mamanya memungut barang bekas untuk menambah penghasilan keluarga. “Xiong Chun sangat sayang anaknya. Tetangga di sekeliling sangat terharu dan mengatakan: “Tse Tse sangat mengerti. Kita semua merasa bangga ada anak seperti ini.”
Boneka 5 Yuan yang paling disukainya

Mama membawa dia memungut botol air bekas untuk menambah penghasilan. Suatu ketika, Tse Tse memungut satu mainan mobil plastik bekas di tempat sampah, dia bagaikan mendapat barang pusaka, setiap hari akan main sebentar dengan mobil plastiknya itu. Yang Xianfui berkata, kemarin mama dan anak pergi memungut besi bekas, bisa dijual 20 Yuan.

Tse Tse punya satu boneka kecil yang lucu, itu yang paling disayanginya. Malam hari juga mengendongnya tidur. “Dia melihat boneka itu di toko, beberapa kali dia memintanya, 5 Yuan, saya tidak tega terus, akhirnya saya nekat membelikannya,” Kata Xiong Chun.

Begitu Tidak Boleh Sekolah, Langsung Menangis

Untuk mengirit biaya listrik,setiap hari begitu pulang sekolah Tse Tse akan memindahkan “Meja kecilnya” keluar, mengejar siang hari menyelesaikan PR-nya.

“Uang sekolahnya setahun sekitar 3.000 sampai 4.000, kami tidak sanggup. Karena tidak ada uang, tahun ini saya juga melepaskan berobat lagi,” kata Xiong Chun. Beberapa waktu yang lalu, dia berbicara dengan istrinya agar Tse Tse berhenti sekolah saja, Tse Tse begitu tahu langsung menangis.

Xiong Chun berteriak, “Hidup normal saja bermasalah, masih harus kasih dia sekolah, sungguh susah, bila sudah tidak mungkin, biar dia berhenti saja.” Tse Tse yang sedang bermain boneka, begitu mendengar kata papanya, langsung menangis. Xiong Chun menarik Tse Tse ke sisinya, membujuk: “Papa akan usahakan kamu sekolah, biar kamu bisa sekolah!” Setelah dibujuk beberapa kali, Tse Tse baru berhenti menangis, dengan tangan mungilnya dia menyeka air matanya.

“Terhadap Tse Tse, saya sungguh menyesal….,” sambil menangis tersedu, Xiong Chun sudah tidak dapat berkata lagi. Xiong Chun berkata: “Saya percaya pasti akan sembuh, Tse Tse adalah harapan saya.”

h1

Kalam hari ini (1) : Q.S. At-Takatsur : 8

Desember 14, 2008

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu. (Q.S. At-Takatsur : 8 )

h1

Muhasabah

Desember 14, 2008

Kajian rutin Sabtu sore

13 Desember 2008

@ Masjid Al Muhajirin Sadang Serang

Ustad Abu Yahya

Bismillahir rahmaanir rahiim…

Topik sabtu ini membahas tentang tulisan Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dengan topik Muhasabah

Muhasabah… hmm… mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing lagi mendengar kata ini. Muhasabah berarti juga introspeksi. Namun kebiasaan dari kita melakukan hal ini setelah kita melakukan sesuatu. Padahal muhasabah itu dilakukan sebelum melakukan sesuatu (amal) dan setelah melakukan sesuatu.

Muhasabah sebelum beramal berarti menahan diri dari keinginan untuk beramal, tidak terburu-buru hingga jelas baginya bahwa jika ia mengamalkannya akan lebih baik daripada meninggalkannya.

Muhasabah setelah beramal ada tiga yaitu

  1. Muhasabah pada amal ketaatan yang ia tidak memenuhi hak Allah padanya (Hak Allah SWT pada sebuah amal ketaatan : Ikhlas, niat baik kpd Allah, mengikuti Rasulullah SAW, berbuat baik padanya, mengakui nikmat Allah SWT, menyaksikan adanya kekurangan pada dirinya dlm beramal)
  2. Muhasabah jiwa dalam setiap amalan yang lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan
  3. Muhasabah jiwa dalam perkara yang mubah atau yang biasa.

Pokok dari muhasabah adalah memuhasabah dirinya terlebih dahulu pada amalan wajib, kalau ia ingat ada kekurangan maka segera menutupinya, mungkin dengan meng-qadha atau memperbaikinya.

Hendaknya ia tahu bahwa pasti akan dihamparkan 2 catatan untuk setiap gerkan dan kata. Yaitu untuk siapa kamu melakukannya dan bagaimana kamu melakukannya?

Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. (Al-Hijr:92-93)

selengkapnya …

h1

Dian

Desember 4, 2008

Ini adalah cerita masa kecilku. Saat aku masih menginjak kelas 3, aku punya seorang teman dekat di kampung halamanku. Dian namanya. orangnya humoris, baik dan menyenangkan.

Seringkali aku diajak olehnya untuk bermain sepeda bersama. Saat itu aku belum punya sepeda jadi aku dibonceng olehnya untuk melihat suasana desa. ke gunung untuk menangkap bermacam-macam binatang yang belum pernah kulihat sebelumnya di kota. Ke sungai-sungai untuk bermain air, menangkap ikan dan kura-kura. Ke lapangan untuk bermain bola, bermain panah-panahan. Saat itu sangat menyenangkan sekali.

Masih teringat nama sepedanya “Cobra” karena setiap kali dia mau menggunakan sepedanya dia selalu memanggil namanya dulu. Hahaha…

Setiap aku bermain bersamanya, belum pernah tidak tertawa. Selalu diiringi dengan tawa dan canda. Benar-benar menyenangkan… Beliau mengajariku banyak hal yang belum pernah diajarkan oleh orang kota sekalipun. Aku terkesan dengan kemampuannya membuat sebuah alat mirip dengan timbangan namun jika di letakan pada ujung tangan alat tersebut akan menyeimbangkan dirinya sendiri. Mirip dengan mainan burung yang mampu menjaga keseimbangannya jika paruhnya diletakkan pada ujung benda. Namun alat yang dia buat benar-benar sederhana, hanya berbahan lidi, plastik, karet dan batu…. Saat itu aku menyadari bahwa orang-orang desa sebetulnya memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda dengan orang kota bahkan mungkin lebih cerdas. Hanya masalah kesempatan saja.

Selain itu, beliau juga mengajarkan aku bagaimana cara memancing berbagai macam ikan karena tiap ikan berbeda cara memancing dan umpannya. Hal yang paling menarik adalah saat aku mencoba memancing tanpa menggunakan umpan tapi ternyata malah dapat ikan kecil di pancinganku…. saat itu kita tertawa bersama.. hahahahahahaha…..

Setiap kali aku ke rumahnya, aku merasa sedih dan kasihan karena rumahnya sangat sangat sederhana, dindingnya sebagian terbuat dari bilik, sebagian terbuat dari tembok namun bagian lantainya hanya lantai tanah, bukan ubin atau keramik. Penerangannya pun sangat sederhana dan secukupnya. Dengan kesangatsederhanaannya, beliau tidak pernah merasa kurang. Tercermin dari sikapnya yang periang….

Sampai suatu ketika, aku datang ke desa lagi, kutanyakan kepada bibiku mengenai Dian. Dan bibiku mengatakan bahwa Dian telah Meninggal karena sakit demam berdarah. Saat itu aku menangis karena kehilangan teman dekatku, teman yang selalu membuatku tertawa, senang dan bahagia. akhirnya aku hanya bisa melayat ke makamnya dan mendoakannya…

Selamat jalan Sahabatku… Terima kasih atas segala yang kau ajarkan kepadaku. Semoga amalmu diterima Allah SWT…