Beberapa bulan lagi kita akan melakukan sebuah ajang penting yang menentukan masa depan bangsa Indonesia yaitu Pemilhan Umum (Pemilu). Berpuluh-puluh partai baik yang lama ataupun yang baru mulai mempersiapkan partai mereka. Namun benarkah mereka sudah siap untuk menghadapi Pemilu???
Terlihat jelas bahwa partai-partai yang mengikuti pemilu ini masih banyak yang belum siap. Trus kalo belum siap gmn donk?
Sekali lagi, perlu ditekankan bahwa Pemilu bukan hal yang dilakukan main-main… Jika kita melihat dari uang , banyak uang yang dihambur-hamburkan untuk keperluan ini… baik untuk persiapan kampanye, pendaftaran caleg, dll…. Jika kita kumpulkan uang2 itu, mungkin Indonesia bisa membiayai pendidikan anak SD minimal…
Jika kita melihat ke depan, dengan melihat ketidaksiapan ini maka bangsa Indonesia tidak akan maju karena jangankan mereka siap dengan tantangan masa depan yang jauh lebih berat daripada pemilu kalo pemilu saja masih belum siap. Visi misi yang diusung mungkin baru dipikirkan saat-saat menjelang pendaftaran peserta pemilu atau bahkan menjelang kampanye untuk bisa mendapatkan banyak suara, bukan visi misi yang dibuat jauh2 sebelum pendaftaran pemilu dan akhirnya visi misi itu kabur dan visi misi material lah yang jalan (balik modal). Artinya, para pemenang Pemilu bukan lagi mengusung visi misi nya, tetapi mencari uang untuk mengembalikan modal pemilu…. Nah kalo sudah kayak gini gmn?….
Perlu ditekankan juga bahwa menjadi pemimpin itu berat sekali… karena bukan hanya berat di dunia tapi di akhirat juga…. Di dunia saja, dengan di penjara kemudian disita hartanya sudah terasa berat apalagi di akhirat yang tidak mungkin ada satu sen pun lolos dari perhitungan Allah SWT dan di sana benar-benar keadilan yang hakiki… tidak ada lagi suap-menyuap untuk meringankan penderitaan…. Na’udzubillahi min dzaalik…
Trus gmn donk????
Beberapa hari lalu saat mengikuti kuliah Komunikasi Pembangunan, saya sempat berdiskusi dengan dosen tentang sistem Pemilu karena saat itu sedang ada kelompok yang mempresentasikan tentang Golput.
Beliau mengatakan bahwa sistem pemilu di Indonesia sebaiknya diubah atau minimal ada sistem tambahan dimana para peserta pemilu harus bisa membuktikan kesiapannya jauh-jauh sebelum pendaftaran pemilu dimulai misal: Partai A sudah membuat jalan yang bisa dimanfaatkan oleh semua orang, Partai B sudah bisa membuktikan kalo partainya bisa menyediakan lapangan kerja untuk sekian ribu orang, Partai C bisa menghasilkan produk2 ekspor yang dapat meningkatkan devisa negara. Sehingga dari sini masyarakat bisa menilai kelayakan partai yang menjadi peserta pemilu… dan satu lagi intinya mereka melakukan semua itu jauh2 sebelum pemilu dan visi mereka jelas…
Saya pun mengiyakan karena sebelumnya saya berpikir seperti itu. Hal yang wajar jika ingin memajukan bangsa, majukan dulu daerah sekitar yang cakupannya lebih kecil…. Jika itu saja tidak becus, gmn bangsa Indonesia yang cakupannya dari sabang sampai Papua….
Selain itu, para peserta pemilu pun harus mampu bersikap sportif jika tidak terpilih. Hal ini bisa terlihat saat mereka tidak terpilih, semua yang dilakukan sebelum pemilu tetap mereka lakukan karena mereka punya visi. Sehingga pandangan para peserta pemilu terhadap pemilu sendiri bukan lagi sebagai puncak yang harus diraih, tetapi hanya jalan yang bisa meningkatkan kontribusinya untuk masyarakat.
